BLOG Hari Sanusi,M Sejak Jumadil Awal 1432 - April 2011. hp.08119891013 Saya menciptakan blog, sebagai wahana komunikasi bertukar pikiran secara jernih, atas dasar prinsip saling membangun. Melalui blog ini, saya ingin berbagi pemikiran, pengalaman dan gagasan tentang berbagai hal. Apa yang saya ungkapkan, mungkin saja bersifat subyektif, karena didasarkan pada titik pandang, falsafah dan keyakinan yang saya anut.
Kunci Sukses Adalah
Mantapkan Tujuan
Sekarang, kita melihat dari jauh tentang perjalanan hidup sahabat. Sudahkah benar? Atau merasa benar sebagaimana sahabat ketika pertama kali menempuh jalan yang ternyata salah. Saya bertanya kembali sebenarnya apa tujuan perjalanan kehidupan sahabat? Diamlah sejenak dan jawablah dalam hati sahabat. Tidak usah terburu-buru. Karena ini menyangkut kehidupan sahabat yang sebentar, tidak bisa diulang dan amat menentukan untuk perjalanan kehidupan yang panjang dan abadi, negeri akhirat. Sebelum semuanya terlambat.
Selengkapnya...
Manusia Ini Pasti Sukses
Seorang mukmin sudah pasti menang dan bahagia. Kebahagiaan sejati yang didapatkan di dunia ini juga di akhirat kelak. Dan seorang mukmin akan memberikan cahaya kebahagiaannya untuk orang-orang disekitarnya. Cahaya yang menerangi.
Seorang ulama tabiin, Imam Hasan al-Bashn berkata, "Seorang mukmin adalah orang yang mengetahui bahwa apa yang Allah 'azza wa jalla firmankan adalah sebagaimana yang Dia firmankan (tidak menggugat, mengeluh, menyesali, dan lain-lain).
Selengkapnya...
Teruslah Berzikir ...
“Janganlah meninggalkan dzikir, hanya karena anda tidak hadir bersama Allah dalam dzikir. Karena kealpaanmu jauh dari dzikir itu lebih berbahaya ketimbang kealpaanmu kepadaNya ketika sedang berdzikir."
Syaikh Ibn Athoillah
Dzikir merupakan ibadah paling utama dan paling penting dalam perjalanan menuju kepada Allah Ta’ala. Karena itu menempati posisi kunci dalam memberishkan diri. Karena itu jika seseorang berdzikir lisannya, sementara hatinya tidak hadir di depan Allah, sama sekali dzikir tidak bisa ditinggalkan. Sebab orang yang sama sekali jauh dari dzikir itu, resikonya lebih berbahaya ketimbang orang yang tidak hadir jiwanya ketika berdzikir.
Selengkapnya...


